Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

Mengenal Keunikan Tarot China


(c) solari-uk
Kartu tarot tidak hanya berisi gambar-gambar khas Eropa, ada juga kartu tarot dengan gambar khas kebudayaan China. Ingin membaca peruntungan di Tahun Kelinci? Kenali dulu Tarot China.
KapanLagi.com - Jika Anda tertarik dengan dunia ramalan, Anda pasti tahu media ramal menggunakan kartu tarot. Istilah meramal dalam tarot sebenarnya tidak terlalu tepat, karena tarot lebih mengarah kepada membaca. Membaca di sini lebih ditekankan kepada kemampuan pembaca tarot (reader) untuk mengartikan setiap gambar yang telah dipilih oleh klien. Tarot tidak lepas dari kemampuan psikologis reader, semakin baik kemampuan reader membaca pribadi kliennya, semakin baik juga dia membaca maksud pada kartu-kartu tarot.

Sejarah Tarot

Kartu Tarot telah dikenal sejak tahun 1410 di Italia Utara. Kartu Tarot tertua yang pernah dicatat adalah kartu bergambar lukisan dengan gaya Renaissance. Pada mulanya, tarot dikenal sebagai media mistis dan magis. Seiring dengan perkembangannya, pada abad ke 18, Etteilla dan dan Madame Lenormand merancang desain baru untuk Tarot dengan motif Mesir dan memasukkan unsur Astrologi di dalamnya. Rancangan dari mereka menjadi acuan dalam perkembangan Tarot hingga sekarang.

Tarot China


Jika dilihat sekilas, kartu tarot China hampir sama dengan kartu Tarot yang sudah sering kita jumpai. Yang membedakannya adalah gambar pada Tarot China yang lebih bernuansa Timur, mirip dengan lukisan-lukisan China kuno. Tetapi tidak hanya gambar yang membuat Tarot China berbeda dengan kartu Tarot konservatif. Unsur-unsur kebudayaan China ikut menyertai perbedaan dalam Tarot China. Mulai dari filosofi China Kuno, juga Feng Shui yang menjadi alat penyelaras dan penyeimbang antara manusia dan alam.

Konsep utama pada Tarot China tidak melenceng jauh dari Tarot konservatif, hanya saja ada beberapa penyesuaian. Misalnya saja, pada Tarot konvensional ada kartu Exception of Death diubah menjadi Transition, kartu Devil berubah nama menjadi Materalism. Lambang-lambang warna dan diwakili oleh empat hewan surga yang selaras dengan ilmu Feng Shui dan Astrologi China Kuno, yaitu kura-kura hitam, burung phoenix merah, harimau putih, dan naga hijau.

Kura-kura hitam berhubungan dengan warna api, dipercaya sebagai simbol panjang umur dan penolak bala, posisinya ada di sebelah utara. Burung phoenix merah berhubungan dengan warna air, melambangkan kemuliaan, posisinya ada di sebelah selatan. Harimau putih berhubungan dengan warna udara, sebagai lambang dari kesempatan dan peruntungan, posisinya ada di sebelah barat. Sedangkan Naga hijau berhubungan dengan warna bumi, dipercaya dapat membawa kemakmuran, posisinya ada di sebelah timur.

Cara membaca Tarot China sama dengan cara membaca Tarot konvensional. Agar pemahaman unsur Feng shui, Astrologi dan filosofi China yang terkandung Tarot China dapat tersampaikan, seorang reader haruslah mengerti akan unsur-unsur tersebut.

Nah, apakah Anda tertarik untuk membaca peruntungan nasib Anda di tahun Kelinci ini? Menggunakan media Tarot yang mengandung unsur psikologis dan unsur kebudayaan China patut dicoba. 
 
sumber http://woman.kapanlagi.com/woman-extra//7164-mengenal-keunikan-tarot-china.html

Selasa, 14 Juni 2011

Etika Makan Cara Cina

JAMUAN TRADISIONAL CINA

Jamuan tradisional Cina berbeda dengan jamuan makan gaya Barat dimana hidangan disajikan satu per satu sesuai urutannya. Secara tradisional, tata cara makan Cina justru menghidangkan makanan sekaligus.
Semua hidangan disajikan di atas meja dan disantap bersama-sama. Itu sebabnya, jika Anda diundang menghadiri jamuan makan Cina di resto Cina, meja makannya pasti berbentuk bundar dengan alas/meja kecil yang bisa diputar pada bagian tengahnya. Dengan begitu, para tamu tinggal memutar meja untuk mengambil semua hidangan yang disajikan di tengah meja.
Jamuan seperti ini biasanya berlaku khusus untuk keluarga atau kerabat dekat. Semua tamu bebas menikmati semua hidangan sambil bercengkerama. Tidak banyak ‘aturan main’ yang mengikat karena hal yang paling penting adalah kebersamaan. Jadi, tak perlu bingung jika melihat hidangan di tengah meja disajikan tanpa sendok saji (serving spoon), karena masing-masing tamu boleh mengambil hidangan dari tengah dengan menggunakan sumpit yang telah dipakainya untuk menyantap hidangan sebelumnya.

JAMUAN CINA MASA KINI
Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi Cina sedikit demi sedikit mulai melebur dengan aturan internasional, terutama untuk acara makan yang sifatnya lebih formal, misalnya untuk jamuan makan bisnis. Hal ini akan dijumpai di resto-resto Cina masa kini. Makanan disajikan secara berurutan, satu demi satu, dimulai dari hidangan pembuka dingin, sup, baru kemudian hidangan utama. Selanjutnya jamuan diakhiri dengan menyantap mi atau nasi goreng sebelum hidangan penutup. Nasi atau mi merupakan hidangan ‘berat’ yang mengenyangkan. Jika disajikan di awal, para tamu tidak lagi bisa menikmati serentetan hidangan selanjutnya karena sudah terlalu kenyang.
Dalam jamuan cina seperti ini, sebelum mulai makan, biasanya disiapkan satu camilan ringan seperti kacang-kacangan atau buah-buahan kecil yang telah dikeringkan, sebagai pengantar menuju acara santap yang sebenarnya. Setelah selesai dengan satu hidangan, Anda tetap duduk, menunggu hidangan selanjutnya yang akan disajikan oleh para pelayan. Kecuali dengan alasan tertentu (seperti jika Anda vegetarian atau alergi terhadap salah satu jenis makanan yang dihidangkan). Agar tidak bersisa sebaiknya Anda memang mengambil sedikit dulu untuk setiap hidangan yang disajikan sedikit setiap hidangannya.

PERALATAN MAKAN CINA
Sangat sederhana, yaitu sepasang sumpit dan sendok bebek untuk sup atau hidangan lainnya.

SUMPIT
Bentuk sumpit Cina sedikit berbeda dengan sumpit yang digunakan di Jepang. Sumpit Cina ujungnya agak tebal dan persegi, tidak seruncing sumpit Jepang. Sumpit harus ditaruh di atas sandaran sumpit yang diletakkan di samping piring makan, dengan posisi ujung yang lebih runcing di atas. Setelah digunakan untuk menyantap satu hidangan, sumpit yang sama dapat digunakan untuk menyantap hidangan yang lain.
Di Cina, semua kegiatan saat makan, termasuk menyantap nasi, menggunakan sumpit sebagai alat bantu. Hal yang perlu diketahui. Saat menyantap hidangan dari ikan. Jika ikan sudah selesai disantap pada salah satu sisinya, jangan pernah membalikkan ikan dengan sumpit. Menurut kepercayaan, jika ikan tersebut patah, maka hidup Anda akan mengalami banyak masalah.
Cara memegang sumpit memang susah-susah gampang. Tapi yang penting, pada saat makan, jangan sampai terdengar suara berisik dari sumpit yang beradu dengan mangkuk atau piring. Karena, hal ini menunjukkan bahwa mangkuk Anda sudah kosong.
Berikut ini tata cara memegang sumpit yang benar:
  • Letakkan satu sumpit di antara jari tengah dan telunjuk.
  • Letakkan sumpit yang lain diantara jari tengah dan telunjuk, seperti memegang pensil. Tekan dan jepit dengan bantuan ibu jari.
  • Jepit makanan dengan cara menggerakkan sumpit yang di atas, naik dan turun. Usahakan sumpit yang ada di bawah tetap di tempat dan tidak bergerak.
SENDOK BEBEK
Untuk menyantap sup atau hidangan berkuah lain, gunakan sendok bebek yang biasanya terbuat dari porselen. Sendok bebek biasanya diletakkan diatas piring alas mangkuk sup. Selain itu, ada sebuah sendok bebek lagi yang diletakkan di atas meja. Sendok ini biasa digunakan untuk meletakkan sisa-sisa duri dan tulang saat menyantap hidangan ikan. Sendok ini bisa langsung didekatkan ke mulut saat Anda akan membuang duri ikan

MANGKUK SUP
Tidak seperti hidangan lain, sup biasanya disajikan secara individual dalam mangkuk sup kecil. Mangkuk biasanya diletakkan di atas sebuah piring bundar. Untuk menyantapnya, gunakan sendok bebek.

MANGKUK NASI
Dalam jamuan makan ala Cina yang semua hidangannya disajikan di tengah meja, biasanya setiap tamu akan disajikan semangkuk nasi putih yang diletakkan di sebelah kiri atas piring makan. Mangkuk nasi bentuknya mirip mangkuk sup, tapi ukurannya lebih kecil.
Sama dengan di Indonesia, di Cina, nasi ternyata sama pentingnya. Bahkan ada istilah yang mengatakan “A meal without rice is like a beautiful girl with only one eye.”
Bagi bangsa Cina, nasi merupakan simbol kehidupan dan kesuburan.
Saat menyantap nasi, tangan kanan memegang sumpit dan tangan kiri memegang mangkuk nasi yang dibawa mendekati mulut. Sebaiknya, jangan menyisakan sebutir nasi pun dalam mangkuk, karena konon jika Anda melakukannya, Anda akan mendapatkan pasangan istri/suami yang jelek.
Percaya atau tidak? terserah Anda.

CAWAN TEH
Teh tak kalah penting dalam jamuan makan Cina. Fungsinya sama dengan segelas air putih yang biasa disajikan pada jamuan makan Barat. Sambil menyantap hidangan, masing-masing tamu disajikan secawan teh hangat yang diletakkan di sebelah kanan atas dari piring makan.
Ada beberapa jenis teh yang biasa digunakan, seperti oolong tea, jasmine tea, atau crysntium tea. Umumnya teh disajikan tawar tanpa penambahan pemanis. Teh disajikan untuk melunturkan cita rasa yang tertinggal di mulut, seperti lemak, sehingga Anda siap menyantap dan menikmati hidangan selanjutnya.
Saat hendak menyeruput secangkir teh, pegang piring alas cangkir dengan tangan kiri sementara tangan kanan memegang cangkir. Bawa keduanya beriringan mendekati mulut.

TEMPAT SAUS
Tempat saus berisi kecap asin akan selalu tersedia di atas meja. Fungsinya sebagai pelengkap atau saus pencelup. Tak perlu ragu untuk langsung mencelupkan potongan makanan Anda, karena saus tersebut disajikan untuk masing-masing tamu.

SERBET DAN LAP TANGAN
Pada jamuan makan Cina yang diadakan di resto Cina, biasanya disediakan serbet dan lap basah yang digunakan untuk membersihkan tangan dari kotoran yang melekat sebelum Anda bersantap.

HIDANGAN KHUSUS
KEPITING
Khusus untuk menyantap kepiting, diperlukan satu alat bantu khusus. Bentuknya mirip tang, hanya lebih kecil dan runcing ujungnya. Gunanya untuk memecahkan kulit/cangkang kepiting. Cara menggunakannya, jepitkan kebagian yang hendak diambil dagingnya, jepit hingga kulit/cangkangnya pecah. Setelah itu, jangan ragu untuk menggunakan kedua tangan Anda untuk membantu mengambil daging kepiting yang tersembunyi di balik kulit. Untuk sajian yang satu ini, biasanya juga disediakan satu wadah khusus untuk mencuci tangan.

MI
Hidangan mi juga merupakan hidangan yang tak kalah populer dalam dunia kuliner Cina. Seperti hidangan yang lain, mi disantap dengan menggunakan sumpit.

DIM SUM
Dulu, dim sum biasa dihidangkan sambil minum teh pada hari libur saat semua keluarga berkumpul. Disajikan dalam berbagai variasi bentuk dan rasa di dalam keranjang bambu. Cara makannya? Tetap dengan bantuan sumpit.

STEAK
Jangan kaget jika di meja Anda tiba-tiba disediakan garpu dan pisau. Seperti telah dijelaskan, pengaruh internasional mulai menyusup ke dalam tradisi Cina, termasuk dalam hidangan yang disajikan. Hidangan steak misalnya, tidak perlu ragu untuk menggunakan pisau dan garpu sebagai alat bantu. Aturannya? Sama dengan aturan internasional.

source http://ncc.blogsome.com/2005/07/29/etika-makan-cara-cina/

Cara Makan Unik di China

Ikan Masih Hidup setelah di Masak
China memang dikenal memiliki kebiasaan makan yang ekstrem dan terkadang sadis. Seperti video makan ikan hidup-hidup yang menghebohkan internet beberapa waktu belakangan ini.Banyak pihak yang mengecam cara makan yang sudah dianggap biasa orang rakyat china.Dipostingan yang lalu dapat dilihat bahwa salah satu pihak yang mengecam hal tersebut adalah PETA.Berikut adalah Video yang menghebohkan tersebut..




DAn cara memasaknyapun Butuh Keahlian khusus Agar ikan tersebut tetap hidup.Bahkan sampai isi perut ikan tersebut dikeluarkan dan di goreng..SADISSSSSS




Nah... hal tersebut adalah sesuatu keunikkan tersendiri yang jarang kita lihat..^^


Mengangkat Harkat Cina Benteng Lewat Film

Sebagai seorang keturunan Tionghoa Tangerang atau yang lazim dipanggil dengan sebutan Cina Benteng (Ciben), Stephanie Ciamaludin atau yang biasa dipanggil Stevani punya satu cita-cita mulya yakni ingin mengangkat harkat komunintas ini. Salah satunya lewat dunia layar lebar.
“Saya cuma ingin mengangkat citra komunitas Cina Benteng menjadi lebih baik di masa mendatang. Sebab banyak sekali orang memandang rendah komunitas ini, padahal mereka juga punya potensi,” papar perempuan kelahiran Tangerang, 1993 lalu ini kala ditemui Tangsel Raya.
Jebolan SMA Strada Tangerang ini mengaku bahwa dia berharap melalui pembuatan film “Sian dari Sewan” yang akan dibintangi ini tak ada lagi diskriminasi terhadap masyarakat Tionghoa umumnya dan kelompok Cina Benteng khususnya. “Pokoknya saya berharap etnis Tionghoa tak terdiskriminasi lagi,” ujar gadis yang punya warna favorit hitam dan putih ini.
Stevani sendiri mengaku cukup kaget ketika diminta sutradara untuk bermain dalam film ini. “Tapi akan saya coba terutama untuk menambah pengalaman,” papar pemilik tinggi 172 cm ini.
Menurut Sutradara Film “Sian dari Sewan”, Aryawirawan Simauw selain sebagai alat perjuangan untuk menghapuskan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa, film ini juga dipersembahkan khusus untuk mengenang Teguh Karya sebagai maestro film tanah air.
“Sebab sebagai seorang warga keturunan Tionghoa Banten, Teguh pernah mengeluhkan tentang proses pencarian jati diri kelompok ini yang tak pernah usai padahal mereka sudah diam dan menetap beberapa generasi. Maka melalui film ini kami ingin membantu saudara-saudara kami etnis Tionghoa dalam melawan diskriminasi itu,” papar Arya.
Film “Sian dari Sewan” ini sendiri akan mulai digarap Agustus 2011 mendatang dengan mengambil setting kisah cinta di balik peristiwa penggusuran Sewan beberapa waktu lalu. Dalam cerita ini juga akan diambil tema bagaimana terjadinya hubungan cinta antara suku Tionghoa (Sian) dengan pemuda non-Tionghoa. (w-2)

sumber http://www.tangselraya.com/profil/49-profil/1536-mengangkat-harkat-cina-benteng-lewat-film.html